Menelaah Hati Nurani
Nopember 30th, 2010 by msbuster and tagged Analisis diri, Bang Iwan, blogcamp, deadline 16 Desember 2010, evaluasi diri, Hati nurani, Kejujuran, kontes, Kontes akhir tahun, KUMAT, Mawas Diri, melihat diri, menelaah, misi, Muhasabah, penilaian diri, visiCermin untuk MAWAS DIRI adalah introspeksi dan kejujuran pada diri sendiri, dan itulah yang sedang saya lakukan. Bercermin pada hati nurani dengan cahaya kejujuran pada diri sendiri.
MAWAS DIRI dalam pekerjaan sebagai seorang pendidik jugalah sangat penting, untuk tidak melakukan satu kesalahan dan kekhilafan yang sama.
Apa yang sudah saya lakukan??
Pertanyaan yang sangat sulit untuk diri sendiri, karena segala hal yang saya lakukan, terkadang itu sangat baik dimata saya, sudah benar dipikiran saya, tetapi belum tentu benar dipikiran orang lain.
Bagaimana mengetahui apa yang telah saya lakukan?
Halaman Quisionaire yang setiap tahun harus dijawab oleh siswa, adalah salah satu media penilai diri saya. Sebelum mengisi maka selalu saya ingatkan “Jadilah siswa yang berani berbicara, tetapi dengan etika, sopan santun dan kata-kata yang sepantasnya, JUJUR saja ungkapkan apa yang kalain rasakan dan kalian lihat, TIDAK USAH TAKUT menuliskanya..!”
- Bagaimana mereka melihat saya dari segi karakter
- Bagaimana mereka melihat cara saya berpakaian
- Bagaimana mereka melihat cara saya menyampaikan materi
- Bagaimana mereka melihat mimik wajah saya
- Bagaimana mereka melihat cara saya menegur
Apakah jawaban mereka di akhir tahun 2009
” Bu cara ibu mengajar sangat mudah dimengerti”
” Bu, Jangan terlalu serius donk, kan kita jadi tegang belajarnya”
” Bu, Senyumnya ditambah ya ”
” Bu, Jangan marah-marah saja”
” Bu, Saya juga diperhatikan donk, jangan si A saja”
” Ibu sudah sangat rapi lho berpakaiannya”
………………..
Banyak sekali pandangan secara positif dan negatif yang saya terima dari siswa, hasil keseluruhan isi Quisinaire itu akan dicetak, dan siap untuk di TELAAH.
Apa Tindakan yang saya lakukan..?
- Memilah antara jawaban karakter, cara mengajar dan sikap diri saya
- Memilah jawaban yang bersifat memuji, mengingatkan dan menegur
Haruskah saya merasa tersinggung, sakit hati atau tidak bisa menerima Penilaian itu..?
Karena sakit hati dan dendam bukanlah karakter saya, maka itu adalah menjadi koleksi yang sangat indah menurut saya. Betapa saya bersyukur atas KEJUJURAN anak-anak muda yang berani berkata “Ibu terlalu cerewet” atau “Ibu jangan marah-marah donk”, bahkan yang berkata “Ibu, I love you
”
Itu bukan penghinaan bagi saya, tetapi satu penghargaan bahwa saya dituntut untuk menelaah hati nurani saya, bercermin pada pandangan orang lain, melakukan introspeksi diri terhadap kehadiran saya di dunia pendidikan dan Mawas Diri untuk tidak melakukan hal yang sama.
Adakah Tindakan Lanjut yang dilakukan?
Sebagai Pujian atas kemampuan saya menyampaikan materi dengan baik dan mudah untuk dimengerti oleh siswa, maka akhirnya saya memikirkan cara dan teknik mengajar yang lebih baik lagi, dengan GOAL/Sasaran di Tahun 2010 adalah peningkatan minat belajar, menulis dan pembinaan karakter, yaitu Latihan, diskusi, share dan mencipta karya baik berupa design maupun program yang bermanfaat untuk siswa dan lingkungan sekitarnya.
Sebagai Teguran atas kekurangan saya, maka saya memutuskan untuk merubah sikap, yaitu : Tetap Tersenyum, Meminimalkan emosi yang tinggi, Pendekatan emosional terhadap siswa yang bermasalah.
Mungkinkah Hal itu berhasil?
Dan pada akhir 2010 ini, saya cukup merasakan keberhasilan atas perjuangan dan kerja keras itu. Saya tidak bisa mengatakan diri saya puas, tapi saya bangga bisa melakukannya. Karena saya bercermin pada Pandangan Orang-orang yang jauh lebih muda daripada diri saya sendiri.
Hari ini saya belum sempurna, tapi Cermin Introspeksi dan Kejujuran itu telah membuat saya Mawas Diri, agar saya berarti bagi diri saya sendiri dan orang lain.
2011 harus lebih baik, peningkatan mutu belajar, pengendalian emosi, menjaga sikap dan peningkatan mutu diri adalah menjadi GOAL yang harus saya diperjuangkan. Semoga Bisa, itu adalah Harapan yang muncul
Menelaah hati nurani tak mampu untuk dilakukan sendiri, tetapi Keberanian untuk ditegur dan diingatkan oleh orang lain adalah Cermin untuk menolong dan melatih kita sebagai orang yang beriman untuk MAWAS DIRI, JUJUR pada hati Nurani dan berani mengambil Satu Tindakan Positif.
Hari ini memang telah tercapai, tetapi masih banyak Mimpi esok yang harus di wujudkan, Introspeksi dan Kejujuran pada Hati nuranilah yang bisa membuat kita berani berjalan menuju Mimpi ke depan, Siap melangkah dengan lebih baik dan pasti tanpa harus melakukan kesalahan dan Kekhilafan yang sama. Mawas Diri, Sekarang atau tidak sama sekali, Kembali kepada Hati Nurani dan Kemauan berubah.
Sudahkah Anda Mawas Diri untuk Tahun 2011?
——————————————————————
Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp
Posted in kebiasaan baik, kontes | 12 Comments »

